Bagaimana cara menghitung biaya pengeluaran dalam bisnis?

Langkah pertama dalam menentukan biaya usaha adalah mengetahui jumlah modal yang diperlukan untuk dialokasikan untuk biaya operasional. Hal ini dapat dilakukan dengan mengkategorikan biaya menjadi variabel dan tetap. Biaya yang bervariasi, seperti sewa, utilitas, dan gaji karyawan, tidak dapat dikurangkan dari pajak. Profesional keuangan perlu mempertimbangkan biaya ini saat menghitung biaya operasional. Juga, pajak dan bunga juga dipertimbangkan dalam perhitungan biaya.

Langkah selanjutnya adalah memperkirakan biaya untuk barang dan jasa. Biaya tenaga kerja dan bahan merupakan komponen penting dari biaya bisnis. Gabungkan biaya bulanan untuk utilitas seperti listrik air, gas, dan listrik dan bagi angka itu dengan 12. Anda juga perlu memperhitungkan pajak gaji dan biaya tambahan dari pemerintah, seperti pajak penjualan. Yang terakhir harus ditambahkan ke perkiraan biaya Anda. Mungkin ada kebutuhan untuk karyawan sementara atau mengurangi tenaga kerja tetap pada waktu-waktu tertentu.

Biaya produk yang dijual merupakan faktor tambahan berapa banyak Anda membayar untuk layanan dan produk. Biaya bahan dan tenaga kerja dapat sedikit berubah-ubah dan dapat bervariasi antar bulan. Tambahkan biaya bulanan ke semua pengeluaran Anda dan kemudian bagi dengan dua belas. Kemudian, Anda dapat mengambil total biaya tenaga kerja dan material, lalu membaginya dengan 12. Jika Anda perlu menghitung pengeluaran bisnis Anda untuk tahun mendatang, Anda perlu menentukan perkiraan biaya penjualan untuk tahun berikutnya.

Upah, pajak, dan tunjangan semuanya mungkin termasuk dalam biaya produk atau layanan Anda. Jika Anda ingin tahu apakah pengeluaran Anda masuk akal, Anda harus memperhitungkan pertumbuhan pendapatan. Setelah bisnis Anda mulai tumbuh, Anda dapat menyesuaikan pembayaran Anda untuk mencerminkan pendapatan yang diantisipasi dan pertumbuhan penjualan. Buat perkiraan kasar pengeluaran Anda untuk menghindari melebih-lebihkan. Anda harus mempertimbangkan setiap pengeluaran dan menetapkan anggaran yang realistis.

Harga barang dan jasa suatu perusahaan biasanya dibagi menjadi dua unsur yaitu langsung dan tidak langsung. Dua bagian mewakili biaya tenaga kerja dan bahan. Meskipun biaya bahan dan tenaga kerja cenderung sama di perusahaan yang berbeda, biaya konversi sangat berbeda. Total bahan dan tenaga kerja merupakan biaya utama. Biaya barang-barang ini dapat berubah dari bulan ke bulan, oleh karena itu penting untuk mengetahuinya sebelum memulai perencanaan keuangan Anda.

Biaya produk dan jasa dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis: langsung dan tidak langsung. Biaya langsung adalah biaya bahan yang digunakan, tenaga kerja serta overhead. Biaya tidak langsung ini berlangsung setiap hari. Mereka adalah pengeluaran yang tidak harus dibayar dalam siklus bulanan reguler, tetapi diperlukan untuk menjalankan bisnis. Jika Anda menjual makanan atau minuman misalnya, Anda mungkin harus membayar tenaga kerja dan peralatan yang dibutuhkan untuk menjalankan perusahaan.

Biaya operasional bisnis terdiri dari biaya yang harus ditanggung sebelum keuntungan menjadi kenyataan. Diperlukan waktu antara 6 dan 12 bulan untuk memperoleh pendapatan yang cukup untuk menutupi biaya ini. Saat menghitung biaya, penting untuk memikirkan kemungkinan pendapatan dan potensi pertumbuhan perusahaan. Harga produk atau layanan dapat menjelaskan persentase pendapatan perusahaan, tergantung pada produk dan layanan apa yang digunakan.

Biaya untuk layanan dan produk merupakan biaya yang tidak terkait langsung dengan biaya barang yang dijual. Meskipun tidak secara langsung terkait dengan harga pokok penjualan, namun tetap merupakan unsur beban operasional perusahaan. Ini termasuk pemasaran dan periklanan seperti penggajian, asuransi, dan sewa. Margin keuntungan dapat menurun jika biaya produk/jasa berlebihan. Margin keuntungan lebih kecil ketika biaya lebih sedikit.

Ini adalah biaya yang terkait dalam menjalankan bisnis. Pengeluaran ini biasanya jauh lebih besar daripada HPP tetapi juga tidak secara khusus terkait dengan produk atau produk. Aturan umumnya adalah bahwa jenis kategori ini harus mencakup semua biaya yang sama sekali tidak terkait langsung dengan barang atau jasa yang dijual. Biaya operasional dapat mencakup sewa, utilitas, iklan, perjalanan dan asuransi. Juga, itu termasuk biaya untuk tenaga kerja yang tidak secara langsung terhubung ke item atau layanan. Contohnya termasuk resepsionis, manajer umum atau sekretaris jenderal.